|
Dakwah dan Jihad
Larangan Memerangi Suatu Kaum sebelum Diseru kepada Islam
Baihaqi memberitakan dari Ubay bin Ka'ab ra. katanya: Pernah Rasulullah
SAW dibawakan kepadanya tawanan dari kaum Laata dan Uzza, lIalu
Beliau bertanya kepada panglima perang Islam: "Apakah engkau
sudah mengajak mereka memeluk Islam, sebelum engkau menawan mereka?".
"Tidak", jawab panglima itu. Kemudaan Rasulullah SAW pun
bertanya kepada orang-orang tawanan itu: "Apakah kaumku telah
mengajak kamu memeluk Islam, sebelum kamu ditawan mereka?".
"Tidak, tidak pernah mereka mengajak kami", jawab mereka.
"Bebaskan mereka semua sekarang juga, sehingga mereka kembali
ke perkampungan mereka!" perintah Rasulullah SAW kepada panglima
pasukan itu. Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman Allah yang
berikut, (maksudnya): "Sesungguhnya Kami (Allah) mengutusmu
sebagai penyaksi dan pembawa berita gembira dan ancaman. Dan mengajak
kamu kepada (agama) Allah dengan keizinanNya dan sebagai pelita
yang menerangi!" Sesudah itu dibacakan pula, ayat yang lain
(maksudnya): "Dan diwahyukan kepadaku Al-Quran ini untuk aku
mengingatkan kamu dengan perintahnya, dan juga kepada semua yang
sampai kepadanya ajaranku ini, apakah kamu ingin menyaksikan ada
tuhantuhan yang lain di samping Tuhan Allah..." hingga ke akhir
ayatnya.
Menurut versi Al-Waqidi bahwa Rasulullah SAW pernah mengutus pasukannya
ke suku kaum Laata dan Uzza, lalu mereka memerangi mereka sehingga
mereka berhasil menawan orang-orang tersebut beserta keluarga mereka,
lalu mereka mengadu kepada Rasulullah SAW kata mereka: "Kaummu
telah menyerang kami tanpa terlebih dahulu menyeru kami!".
Rasulullah SAW pun menanyakan perkara itu kepada pasukannya, dan
mereka membenarkan pengaduan itu. Maka Rasulullah SAW pun berkata:
"Kembalikan mereka semua ke perkampungan mereka dengan penuh
keamanan, dan sesudah itu ajak mereka untuk memeluk Islam terlebih
dahulu!".
(Kanzul Ummal 2:297)
Rasulullah SAW Berdakwah dengan Berjalan Kaki ke Tha'if
Thabarani mengeluarkan dari Abdullah bin Ja'far ra. katanya: Raulullah
SAW telah berangkat ke Tha'if berjalan kaki untuk mengajak penduduknya
memeluk Islam, tetapi sangat disayangkan, tidak ada seorang yang
mau menerimanya. Ketika kembali, Beliau duduk berteduh di bawah
pohon besar, Beliau lalu bersholat dua rakaat di situ, dan setelah
itu Beliau berdoa (yang bermaksud): Ya Allah! Ya Tuhanku! Aku mengadukan
kepadamu akan kelemahanku dan penghinaan orang terhadap diriku,
wahai Tuhan Maha Pengasih dari sekalian manusia. Kepada siapakah
Engkau ingin menyerahkan, diriku ini? Apakah Engkau akan menyerahkan
diriku kepada musuh-musuhku yang akan membinasakanku, ataupun kepada
seorang yang bertimbang rasa yang dapat menimbangkan perkaraku.
Tetapi jika Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak menghiraukan
semua itu, selain belas kasihanmu itu lebih banyak yang aku harapkan.
Aku berlindung kepadamu demi ZatMu yang mencetuskan cahaya yang
dapat menghapuskan segala kegelapan, dan yang mana digantungkan
padanya segala urusan dunia dan akhirat, agar tiadalah turun ke
atas diriku ini kemurkaanmu, atau menempat pada diriku kebencianmu,
bagimu segala rupa keridhaan sehinggalah Engkau meridhai, dan tiada
daya upaya melainkan dengan Allah saja! (Majma'uz-Zawa'id 6:35)
Kembali ke Atas
|
|