|
Rasulullah SAW Mendatangi Kafilah Dagang
Dari kejauhan gumpalan debu padang pasir membumbung ke langit. Debu-debu
yang berterbangan itu dapat terlihat dari kejauhan bertanda ada
satu rombongan kafilahÏakan datang mendekati kota Mekkah. Rasulullah
SAW melihat gumpalan debu dari kejauhan itu segera pulang ke rumah.
Beliau SAW langsung menyiapkan perbekalan dan membungkusnya. Setelah
itu Rasulullah SAW menunggu di pintu gerbang kota Mekkah. Kafilah
itu rupanya tidak memasuki kota Mekkah mereka hendak menuju tempat
lain. Rasulullah SAW mendekati kafilah itu dan mencari pimpinan
rombongan kafilah tersebut. Setelah berjumpa dengan pemimpin kafilah
itu Rasulullah SAW meminta izin untuk dapat ikut serta di dalam
rombongantersebut. Beliau SAW telah diizinkan. Rasulullah SAW mulailah
berda'wah kepada mereka, kepada setiap orang dalam rombongan itu
Rasulullah SAW telah sampaikan kebesaran Allah SWT dan mengajak
mereka untuk menerima Islam. Setelah semua orang mendapat penjelasan
dari Rasulullah SAW, Beliau SAW pun meminta izin kepada pimpinan
rombongan untuk pulang kembali ke Mekkah. Rasulullah SAW kembali
ke kota Mekkah dengan berjalan kaki sedangkan kafilah tersebut telah
melalui kota Mekkah sejauh satu hari satu malam perjalanan. Rasulullah
SAW hanya inginkan setiap orang memiliki kalimah Laalilaahaillallaah
dan selamat dari adzab yang pedih kelak di akhirat.
Rasulullah SAW dan Seorang Arab Badui
Di waktu Rasulullah SAW. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau
mendengar seorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: 'Ya Karim!
Ya Karim!' Rasulullah s.a.w menirunya membaca 'Ya Karim! Ya Karim!'
Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir
lagi: 'Ya Karim! Ya Karim!' Rasulullah SAW yang berada dibelakangnya
mengikuti zikirnya 'Ya Karim! Ya Karim!' Merasa seperti di olok-olokan,
orang itu menoleh kebelakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki
yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu
lalu berkata: 'Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja
memperolok-olokan ku, karena aku ini adalah orang Arab badui? Kalaulah
bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku
laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.' Mendengar bicara
orang badui itu, Rasulullah SAWtersenyum, lalu bertanya: 'Tidakkah
engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?''Belum,' jawab orang
itu. 'Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?' 'Saya percaya dengan
mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya,
dan saya membenarkan putusannya sekalipun saya belum pernah bertemu
dengannya,' kata orang arab badui itu pula. Rasulullah SAW pun berkata
kepadanya: 'Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia
dan penolongmu nanti di akhirat!' Melihat Nabi di hadapannya, dia
tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.'Tuan ini Nabi
Muhammad?!''Ya,' jawab Nabi SAW Dia segera tunduk untuk mencium
kedua kaki RasulullahSAW Melihat hal itu, Rasulullah SAW menarik
tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab!
Janganlah berbuat serupa itu.Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan
oleh hamba sahaya kepada juragannya.Ketahuilah, ALLAH mengutusku
bukan untuk menjadi seorang yang takabur yang meminta dihormati,
atau diagungkan, tetapi demi berita gembira bagi orang yang beriman,
dan membawa berita ancaman bagi yang mengingkarinya.' Ketika itulah,
Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata:
'Ya Muhammad! Rabb As-Salam (puncak keselamatan) menyampaikan salam
kepadamu dan bersabda: Katakanlah kepada orang Arab itu, agar tidak
terpesona dengan belas kasih ALLAH. Ketahuilah bahwa ALLAH akan
menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya,
baik yang kecil maupun yang besar!'. Setelah menyampaikan berita
itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata: 'Demi keagungan
serta kemulian ALLAH, jika ALLAH akan membuat perhitungan atas amalan
hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNYA!' kata
orang Arab badui itu. 'Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan
ALLAH?' Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika ALLAH akan memperhitungkan
dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahNYA,'
jawab orang itu. 'Jika DIA memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka
hamba akan mem perhitungkan betapa keluasan pengampunanNYA. Jika
DIA memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan
pula betapa kedermawananNYA!'. Mendengar ucapan orang Arab badui
itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya
kata-kata orang Arab badui itu, air mata beliau meleleh membasahi
janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril AS turun lagi seraya berkata:
'Ya Muhammad! Rabb As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda:
Berhentilah engkau dari menangis! Sungguh karena tangismu, penjaga
Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang.
Nah katakan kepada temanmu itu, bahwa ALLAH tak akan menghisab dirinya,
juga tak akan memperhitungkan kemaksiatannya. ALLAH sudah mengampuni
semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di surga nanti!'
Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita tersebut.
Ia lalu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
Kembali ke daftar kumpulan Kisah
& Hikmah
|
|