web space | free hosting | Business Hosting Services | Free Website Submission | shopping cart | php hosting
 
   
Pembukaan  
Daftar Isi  
   
   
   
Hidayatullah  
   


Nizhom Ghaibiyah


DitundukkanNya Sungai Dijlah bagi Pasukan Muslimin sewaktu Penaklukan Madain

Ibnu Hatim mentakhrij dari Habib bin Dhabyan, dia berkata, "Seseorang dari pasukan Muslimin yang bernama Hajar bin Ady berteriak, "mengapa kalian tiadak segera menyerbu musuh dengan menyeberangi sungai ini (Dijlah/Tigris)? Sementara Allah telah berfirman, 'Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya'."

Setelah itu ia terjun ke sungai dengan tetap menunggang kudanya, prajurit Muslim lainnya juga mengikuti langkahnya. Ketika musuh melihat apa yang dilakukan oleh pasukan Muslimin mereka berkata, "diiwaan (bentuk jamak kata diiwa, bahasa Parsi yang berarti Jin Ifrit)". Lalu mereka melarikan diri.
(Sebagaimana di dalam Tafsir Ibnu Katsir, 1/410.)


Ketaatan Api kepada Tamim Dari ra.

Abu Nu'aim mentakhrijkan di dalam Ad-Dalaail (212) dari Muawiyah bin Harmal, dia berkata, "Di Madinah saya telah pergi makan bersama Tamim Dari ra. Saya makan dengan lahapnya dan saya tidak merasa kenyang karena saya terlalu lapar. Saungguh saya telah berada di dalam masjid selama tiga hari tanpa makanan diantara kami".

Pada suatu hari ketika keluar api yang sangat panas, 'Umar ra. datang kepada Tamim Dari ra. 'Umar ra. berkata kepadanya, "Berdirilah, pergilah kepada api itu". Berkata pula Tamim Dari ra., "Ya amirul mukminin siapa saya ini? apalah saya ini?", karena sifat tawadhu'annya. Maka belum bergerak Tamim Dari ra. sehingga 'Umar ra. berdiri bersamanya.

Berkata Mu'awiyah, "saya mengikuti mereka berdua pergi menuju api itu, maka Tamim Dari ra. menghalau api itu dengan tangannya seperti ini (hakadza) sehingga api itu masuk ke dalam terumbu di atas bukit dan masuklah Tamim Dari ra. ke belakangnya". 'Umar ra. kemudian berkata, "tidaklah sama orang yang melihat dengan orang yang tidak melihat!"

Baihaqi mentakhrijkan dari Mu'awiyah bin Harlam, dia berkata, "telah keluar api yang sangat panas, dan dituturkannya oleh Baihaqi sebagaimana di dalam Al-Bidayah (2/153).

Kembali ke Atas